Memulai Puasa Syawal di Hari Jumat

Memulai Puasa Sunnah Pada hari Jumat

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum

Apa hukumnya jika saya puasa hari Jumat dengan niat puasa Syawal dimana hari sebelumnya saya tidak berpuasa dan juga pada keesokan harinya. Pada hari selasa dan rabunya saya juga berpuasa.

Dari: Ayyun

Jawaban:

Alhamdulillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, wa ba’du

Mengkhususkan hari Jumat untuk puasa, hukumnya makruh menurut mayoritas ulama. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا تختصوا ليلة الجمعة بقيام من بين الليالي ، ولا تخصوا يوم الجمعة بصيام من بين الأيام ، إلا أن يكون في صوم يصومه أحدكم

Janganlah kalian mengkhususkan malam Jumat untuk tahajud, sementara malam yang lain tidak. Dan jangan mengkhususkan hari Jumat untuk berpuasa tanpa hari yang lain. Kecuali jika puasa hari Jumat itu bagian rangkaian puasa kalian.” (HR. Muslim)

Karena itu, dimakruhkan melakukan puasa sunah pada hari Jumat saja, tanpa diiringi hari yang lain, maskipun puasa sunah 6 hari di bulan Syawal. Karena puasa enam hari di bulan Syawal, termasuk puasa sunah, sehingga tercakup dalam keumuman larangan.

Jika disambung dengan puasa sehari sebelum atau sesudahnya, atau bertepatan dengan puasa sunah kebiasaannya, seperti orang yang merutinkan puasa Daud, atau hari Jumat itu bertepatan dengan hari dianjurkannya puasa, sepeti hari arafah maka tidak masalah, karena latar belakang larangan, yaitu mengkhususkan hari Jumat untuk puasa, sudah tidak ada.

Hikmah larangan mengkhususkan puasa hari Jumat

An-Nawawi mengatakan:

قال العلماء : والحكمة في النهى عنه : أن يوم الجمعة يوم دعاء وذكر وعبادة ، من الغسل والتبكير إلى الصلاة وانتظارها واستماع الخطبة وإكثار الذكر بعدها لقوله تعالى ( فإذا قضيت الصلاة فانتشروا في الأرض وابتغوا من فضل الله واذكروا الله كثيراً ) [سورة الجمعة الآية :10 ] ….

Para ulama mengatakan: hikmah larangan mengkhususkan hari Jumat untuk puasa adalah bahwa hari Jumat, hari untuk memperbanyak doa, dzikir, ibadah, seperti mandi, pergi di awal waktu menuju masjid, menunggu Jumatan di masjid, mendengarkan khutbah, memberbanyak dzikir kepadanya, berdasarkan firman Allah:

فإذا قضيت الصلاة فانتشروا في الأرض وابتغوا من فضل الله واذكروا الله كثيراً

Jika shalat sudah selesai maka menyebarlah di muka bumi dan carilah kemurahan Allah dan ingat Allah banyak-banyak.“ (QS. Al-Jumu’ah: 10) (Syarh shahih Muslim)

Allahu a’lam

Disadur dari fatawa Syabakah islamiah, no. 6724

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina KonsultasiSyariah.com)

sumber: Konsultasi Kesehatan dan Tanya Jawab Pendidikan Islam

Speak Your Mind

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *