Kesehatan Wanita: Keluar Darah Setelah Haid

Keluar Darah Setelah Haid

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Maaf, saya mau tanya lagi Dok. Setelah menikah, memang haid saya sudah teratur. Tapi setiap kali selesai haid, selang 1 minggu kadang lebih, masih sering keluar darah/flek yang saya tahu/saya kira bukanlah darah haid. Sampai siklus mens bulan ini pun masih.

Warna kadang berubah-ubah. Kadang merah kehitaman, merah kecoklatan, coklat, merah darah segar, kadang juga berupa lendir merah agak bening. Dan itu berlangsung lama, sekitar 3-7 hari, keluar juga hanya sedikit-sedikit. Saat ini saya tidak sedang mengonsumsi obat apapun, dan tidak sedang bekerja di luar rumah.

Yang saya tanyakan :

1. Apa penyebabnya?

2. Berpengaruhkah untuk kesehatan reproduksi saya?

3. Jika saya dan suami melaukakan hubungan saat darah tersebut masih keluar, apakah diperbolehkan? Atau berbahayakah? Karena saat itu, kemungkinan adalah masa subur saya.

Sekian pertanyaan dari saya, saya tunggu jawaban dari Dokter.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Dari: Isti

Jawaban:
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh

Terima kasih atas pertanyaan yang Ibu berikan.

Adanya flek atau spotting pada pertengahan siklus haid, semisal siklus 28-30 hari, spotting terjadi pada hari ke 14 atau 15, terdapat beberapa pendapat mengenai penyebabnya, salah satunya adalah darah tersebut adalah darah yang berasal dari pecahnya folikel, yakni semacam ‘cangkang’ bagi sel telur wanita, yang diikuti oleh pelepasan sel telur tersebut ke dalam rahim untuk dibuahi.

Adanya darah ini sendiri tidaklah berpengaruh pada kesehatan reproduksi Ibu, karena pada dasarnya merupakan suatu proses yang normal, meski tidak semua wanita mengeluhkannya.

Untuk mengonfirmasi lebih lanjut mengenai hubungan darah tersebut dengan ovulasi Ibu, Ibu dapat memeriksakan diri pada spesialis kandungan pada hari-hari awal keluarnya darah, untuk menjalani pemeriksaan USG indung telur dan melihat kondisi folikel.

Jika terbukti benar folikel pecah, maka darah tersebut positif bukan darah haid, saat tersebut adalah saat ovulasi Ibu, dan insya Allah tidak berbahaya untuk berhubungan pada saat tersebut.

Cara lain untuk mengetahuinya adalah dengan menggunakan test pack khusus pengukur masa subur, dengan melakukan tes pada sekitar hari-hari tersebut. Jika terbukti positif, maka saat tersebut memang adalah masa subur Ibu.

Semoga ada manfaatnya

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Dijawab oleh dr. Hafid N (Pengasuh Rubrik Kesehatan Konsultasi Syariah)
Artikel www.KonsultasiSyariah.com

sumber: Konsultasi Kesehatan dan Tanya Jawab Pendidikan Islam

Comments

  1. hera says:

    penyebab keluarnya keputihan berwarna kecoklatan ketika masa subur. berbahayakah ?

Speak Your Mind

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *